![]() |
PARENTINGABAD21.COM -- Tahapan perkembangan menulis pada anak adalah proses natural yang berjalan seiring dengan perkembangan kemampuan motorik halus dan kognitif mereka.
Menurut para ahli pendidikan anak usia dini, berikut adalah 5 tahapan utama anak dalam belajar menulis:
Tahap Mencoret (Scribbling Stage)
Pada usia 1–3 tahun, anak mulai memegang alat tulis dan membuat coretan acak. Awalnya coretan berupa garis melingkar yang tidak teratur, namun ini adalah langkah awal anak memahami bahwa tanda di kertas memiliki arti.
Anda bisa melihat panduan stimulasi motorik ini di Prenagen.
Tahap Menulis Linear (Linear Repetitive Stage)
Anak mulai menyadari bahwa tulisan biasanya bergerak dalam garis lurus. Mereka akan membuat coretan yang berderet secara horizontal dari kiri ke kanan.
Meskipun belum berbentuk huruf, pola ini menunjukkan pemahaman awal tentang tata letak tulisan di buku.
Tahap Menulis Huruf Acak (Random Letters Stage)
Sekitar usia 4–5 tahun, anak mulai meniru bentuk huruf yang sering mereka lihat, seperti huruf dalam nama mereka. Namun, mereka belum memahami hubungan antara bunyi dan simbol, sehingga huruf-huruf tersebut disusun secara acak.
Sering menekankan pentingnya memberikan kebebasan eksplorasi pada tahap ini.
Tahap Transisi Fonetik (Invented Spelling)
Anak mulai menghubungkan bunyi (fonem) dengan simbol huruf. Mereka mungkin menulis "MKN" untuk kata "Makan". Ini adalah tanda kecerdasan linguistik yang baik karena anak sudah mulai menggunakan logika bunyi untuk mengeja kata.
Tahap Menulis Konvensional
Memasuki usia sekolah dasar (6-7 tahun), anak sudah mampu menulis dengan ejaan yang lebih akurat, menggunakan spasi antar kata, dan memahami penggunaan huruf kapital serta tanda baca secara bertahap.
Bagaimana aktivtas kegiatan penunjangnya?
Tentu! Berikut adalah rekomendasi aktivitas stimulasi dan alat tulis yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak agar proses belajar menulis di buku jadi lebih seru:
1. Untuk Tahap Mencoret (Usia 1–3 Tahun)
Aktivitas: Gunakan teknik finger painting atau menggambar di atas nampan berisi pasir/tepung. Ini melatih otot tangan sebelum memegang pensil.
Alat Tulis: Gunakan krayon berbentuk bulat (egg grip) atau krayon besar yang mudah digenggam telapak tangan si kecil. Anda bisa melihat contoh alat stimulasi ini di Panduan Stimulasi Motorik Halus.
2. Untuk Tahap Linear & Huruf Acak (Usia 3–5 Tahun)
Aktivitas: Latihan membuat garis putus-putus (zigzag, gelombang, lurus) untuk melatih kendali tangan. Mencetak huruf di atas plastisin juga sangat efektif.
Alat Tulis: Gunakan pensil segitiga (triangular pencil). Bentuk ini secara alami mengarahkan jari anak ke posisi tripod grip (tiga jari) yang benar. Referensi teknik memegang pensil bisa dilihat di Kumparan Mom.
3. Untuk Tahap Transisi & Konvensional (Usia 5–7 Tahun)
Aktivitas: Membuat "Buku Harian Bergambar". Minta anak menggambar kegiatan harian mereka, lalu tuliskan 1-2 kata atau kalimat sederhana di bawahnya untuk melatih hubungan bunyi dan huruf.
Alat Tulis: Gunakan buku tulis garis tiga atau garis lima. Buku ini sangat membantu anak mengatur proporsi huruf besar dan kecil serta menjaga tulisan tetap rapi di atas garis. Tips penggunaan buku ini tersedia di Portal Edukasi Kemendikbud.
Tips Tambahan: Pastikan posisi duduk anak nyaman dan pencahayaan cukup agar mereka tidak cepat lelah saat bereksplorasi di bukunya.
